-->

Guru Honorer Dipecat Karena Posting Gaji, Berapa Idealnya Gaji Guru Honorer?

Hervina (34) tengah memberikan konfirmasi terkait pemecatan dirinya sebagai guru honorer di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.



Seorang guru honorer di Sekolah Dasar (SD) Negeri 169 Sadar, Dusun Lakariki, Desa Sadar, Kecamatan Tellulimpoe, Kabupaten Bone, Hervina (34), dipecat diduga sebab mengunggah gambar gajinya sebesar Rp700.000 ke media sosial.

Hervina telah 15 tahun bekerja sebagai guru honorer di SD 169 Sadar.

Menurut Hervina, unggahan gaji Rp 700.000 itu merupakan wujud kebahagiaannya. Sebab empat bulan gajinya baru diterima dikala itu. "Saya sangat gembira sebab baru mendapatkan gaji (rapel) semenjak empat bulan lalu kemudian saya posting ke media sosial," kata Hervina.

Namun, seusai mengunggah gambar tersebut ke media sosial, ia memperoleh pesan pendek dari suami bunda Kepala Sekolah SD Negeri Sadar, Jumarang. Ia meminta Hervina mencari sekolah lain yg memberi gaji lebih banyak. "Mulai kini kami berhenti mengajar, cari sekolah lain yg dapat gaji lebih banyak," tulisnya melewati pesan singkat.

Pemecatan guru honorer oleh kepala sekolah melewati Whatsapp ini memperoleh tidak sedikit respon, tergolong dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). Mereka tidak hanya menyayangkan atas pemecatan tersebut, namun juga gaji guru honorer di Indonesia yg tetap sangat minim. Lalu, seharusnya berapa idealnya gaji untuk guru honorer?

Gaji Honorer Minim

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo, mengatakan, kini gaji untuk guru honorer tetap minim. Ia menonton tidak sedikit guru honorer, khususnya di pelosok-pelosok yg tetap digaji sebesar Rp 500-700 ribu per bulan, bahkan ada yg lebih rendah dari itu.

Patokan tertinggi, ia menonton DKI Jakarta, guru honorer di sana digaji sesuai dengan UMR yakni Rp4,2 juta. Meskipun ada yg tetap digaji di bawah itu sebab tergantung performa sekolah. "Kalau di Jakarta, menjadi barometer yg paling tinggi. Mereka digaji dengan Rp 4,2 juta. Sudah ditetapkan pemerintah. Ini barometer tertinggi. Meskipun tergantung performa sekolah serta tempat juga," kata Heru

"Patokan terendahnya, Rp 500-700ribu. Di tempat yg agak jauh, pelosok, kemungkinan semacam itu. Kalau telah di dalam kota, dapat lebih dari itu. Standarnya di DKI, Rp 4,2 juta. Sementaradi Kalimantan sana alias di Sulawesi Selatan serta Papua mempunyai UMR berbeda," tambahnya. Meskipun belum ada standar gaji yg baku untuk guru honorer, Heru menilai gaji guru honorer minimal sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) di daerah. " Guru honorer di Sekolah Negeri dibiayai biaya BOS, namun masing-masing tempat itu kan ada memakai biaya sesuai dengan UMR, namun ada juga yg tidak sesuai UMR," katanya.

Minimal Sama UMR

Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rosyidi, mengatakan, gaji guru honorer yg tetap kecil. Ia bahkan sempat berkunjung ke NTT serta bertanya gaji guru honorer hanya Rp90 ribu saja. Berbeda dengan guru-guru honorer yg ada di Jakarta serta kota-kota besar lain, pemerintah tempat menunjukkan jumlah agak besar. Meskipun, ia menilai gaji guru honorer pada umumnya sangat rendah.

"Seperti di Jakarta, Bekasi, Jabodetabek, pemda memberi cukup agak besar, tapi pada umumnya amat sangat rendah. Ada yg Rp500ribu, Rp700ribu, ada yg lebih besar lagi. Tergantung performa daerah. Yang tentu mereka di sekolah-sekolah itu ya sangat rendah," katanya

Unifah mengatakan, minimal gaji guru honorer dapat disamakan dengan upah minimum regional. Melihat profesi guru sebagai profesi yg mulia, tidak wajar apabila hanya digaji sangat minim. "Paling tidak disamakan lah dengan gaji minimum. Kalau gaji minumum, upah guru regional gaji Rp4juta sekian, ya ikutlah semacam itu. Kalau kita punya UMR tiap daerah, ikuti yg itu. Padahal, guru dilihat dari kedudukan serta value-nya, itu merupakan profesi mulia. Minimal disamakan lah (upah minimum)," pungkasnya.




0 Response to "Guru Honorer Dipecat Karena Posting Gaji, Berapa Idealnya Gaji Guru Honorer?"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel