-->

Soal Pelaksanaan Ibadah Haji 2021, Ini Penjelasan Kementerian Agama...




Pandemi corona menimbulkan perubahan dalam sejumlah hal, salah satunya terkait dengan penyelenggaraan ibadah haji di Tanah Suci. Kendati belum ada kepastian soal pemberangkatan haji 2021, pemerintah melewati Kementerian Agama ( Kemenag) telah memperhitungkan pemberangkatan kloter pertama yg disebutkan dilakukan pada 15 Juni 2021.
Sebelumnya, pemberangkatan jemaah haji asal Indonesia 2020 dibatalkan mengingat pandemi Covid-19 tetap melanda hampir seluruh belahan dunia, tergolong Indonesia serta Arab Saudi Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 494 Tahun 2020.

Lantas, bagaimana dengan penyelenggaraan ibadah haji 2021?

Melansir laman Kementerian Agama, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menegaskan pihaknya belum mampu memastikan apakah Ibadah Haji 2021 mampu terlaksana alias tidak.
Ketidakpastian ini disebabkan Indonesia serta semua negara tetap menanti keputusan dari Pemerintah Arab Saudi, apakah mereka akan membuka pelaksanaan ibadah yg menjadi rukun Islam kelima ini alias tidak.

Kendati belum ada kepastian keberangkatan, pihak Kementerian Agama terus melakukan upaya persiapan, sebab waktu keberangkatan jemaah haji, apabila berlangsung sesuai rencana, telah terus dekat. Hal itu disampaikan Gus Yaqut, begitu dirinya bersahabat disapa, ketika Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (19/1/2021). "Waktu yg tersisa untuk persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442H/2021M hanya berkisar 5 bulan.
Mengingat ruang lingkup pelayanan penyelenggaraan ibadah haji yg begitu luas, jadi waktu yg tersisa sangat terbatas, jadi beberapa persiapan wajib segera dilakukan,” kata Yaqut.

Tim Manajemen Krisis Haji

Pada rapat yg dilakukan hari ini, Selasa (19/1/2021), Yakut menyebutkan telah membentuk Tim Manajemen Krisis Haji dalam rangka mitigasi penyelenggaraan ibadah haji. "Tim ini telah saya launching tadi pagi, serta eksklusif bekerja kali ini juga,” ucap dia.
Sebelumnya, pada rapat bersama Komisi VIII DPR RI, Senin (18/1/2021), salah satu anak buah dewan dari fraksi PDI-P, Diah Pitaloka, meminta Menag menunjukkan pendekatan psikologis kepada calon jemaah haji apabila nantinya gagal diberangkatkan. "Pak Menteri, tak sedikit masyarakat kita yg gagal pergi haji dampak pandemi Covid-19 padahal mereka itu telah menantikan sekian lama sekali. Bagaimana caranya supaya mereka itu tak stres?" tanyanya, sebagaimana dikutip dari laman resmi DPR RI.

Pemberangkatan jemaah haji untuk tahun ini, sedianya terbukti akan dimulai dengan kloter pertama pada 15 Juni 2021. Saat ini, Kemenag tetap mempersiapkan 3 pilihan penyelenggaraan ibadah haji di ketika yg penuh ketidakpastian ini, meliputi pemberangkatan dengan kuota penuh, kuota terbatas, serta tak ada pemberangkatan haji. "Ada alias tidaknya penyelenggaraan  ibadah haji 2021 sepenuhnya menjadi kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Kita semua mengharapkan supaya wabah ini segera selesai supaya pelaksanaan ibadah Haji 2021 kembali normal," ungkap Menag.


Skema pemberangkatan jemaah haji

Meski demikian pihaknya terus melakukan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi untuk memperoleh info terkait pelaksanaan ibadah Haji 2021. Sebelumnya, Dirjen Penyelenggaraan Haji serta Umrah Kementerian Agama Nizar berkata pihaknya telah menyiapkan 3 skema pemberangkatan jemaah haji 2021. Skema pertama yakni apabila pandemi telah berakhir. Kedua apabila Covid-19 belum sepenuhnya hilang serta terbaru yakni apabila wabah Covid-19 tetap tinggi serta belum mampu tertangani.

Untuk skema pertama, jadi kuota haji akan kembali normal. Jemaah haji yg batal keberangkatannya pada 2020 akan diberangkatkan pada 2021. "Sementara yg dijadwalkan 2021 akan mundur ke tahun berikutnya. Kecuali apabila tahun depan (2021) Indonesia memperoleh bantuan," ujarnya .Skema kedua, apabila Covid-19 belum sepenuhnya hilang yakni akan dilakukan pembatasan alias pengurangan kuota. "Jika diasumsikan berkurang 50 persen dari kuota ketika ini, jadi akan ada jemaah yg mundur lagi keberangkatannya. Ini juga akan berakibat pada daftar tunggu yg terus panjang," beber dia. Dan apabila wabah Covid-19 belum tertangani, jadi kemungkinan pemberangkatan jemaah haji terpaksa ditunda lagi. “Skema ini tetap akan terus dimatangkan sesuai dengan perkembangan penanganan Covid di Indonesia, Arab Saudi, serta dunia,” kata Nizar.


0 Response to " Soal Pelaksanaan Ibadah Haji 2021, Ini Penjelasan Kementerian Agama..."

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel